Gelapkan Uang Pengurusan Perpanjangan Surat Kendaraan untuk Bermain Judi Online, Dan ini Akibatnya

Gelapkan Uang Pengurusan Perpanjangan Surat Kendaraan untuk Bermain Judi Online, Dan ini Akibatnya

Muhammad Yahya Prihadna mengaku menggunakan uang itu untuk mensponsori perpanjangan pajak untuk bermain judi online dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Akibatnya, ia harus berada di balik jeruji besi dan menjadi terdakwa di pengadilan.

‘Uang itu saya gunakan untuk keperluan pribadi saya sehari-hari dan untuk bermain judi online,’ katanya terdakwa pada sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Palangka Raya.

Terdakwa mengakui perbuatannya dan mengaku bersalah. Terdakwa menjawab pertanyaan hakim: ‘Saya melakukan kesalahan.’

Rabu, 12 Januari 2022, dalam dakwaan JPU dalam perkara yang dimulai Kamis, 9 September 2021, korban mengarahkan terdakwa ke kantor layanan biografi. EEGANOR (yang telah bekerja di bidang perpesanan otomatis) di jalan RTA. Milono KM.4 Kota Palangka Raya.

Korban bertujuan untuk meminta bantuan pengurusan Surat Perpanjangan Pajak Kendaraan dan STNK BPKB untuk Toyota Kijang Innova dan Toyota Hilux.

Terdakwa setuju dan siap memproses berkas kendaraan dan saksi berjanji kepada korban akan selesai dalam waktu 3 (tiga) hari.

Korban menyerahkan kepada terdakwa beberapa dokumen berupa BPKB dan STNK, pemeriksaan fisik kendaraan dan berbagai berkas pendukung lainnya untuk diproses.

Pada tanggal 10 September 2021, Terdakwa mengirimkan rincian biaya pengurusan berkas kepada korban melalui aplikasi  WA sebesar Rp. 16.535.500.

Pada tanggal 13 September 2021, korban mentransfer ke rekening terdakwa sebanyak 2 (dua) kali pembayaran, yang pertama sebesar Rp. 8.124.000 – Yang kedua adalah Rs. 8.411.500. Total Rs. 16.535.500

Namun uang yang diperoleh terdakwa dari korban tidak digunakan untuk memproses arsip mobil tetapi digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan arsip mobil saksi tidak dikembalikan kepada korban.

Saksi korban keberatan dengan perbuatan terdakwa dan akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Palangka Raya Kota untuk diproses lebih lanjut.

Atas kejadian tersebut, saksi korban Noor Ahmed mengalami kerugian sebesar Rp. 16.535.500.

Jaksa Penuntut Umum menjerat Yahya dalam jebakan Pasal 378 KUHP atau Pasal 372 KUHP dan mengancamnya dengan pidana penjara. (Apriando/B-5)

Baca Juga: Bawa nama PWI, Aktifitas Marketing Judi Online di Taman Palem DiKasat Reskrim Polres Jakbar Bungkam

Judi Online

Leave a Comment